Belajar Anatomi Tanpa Pusing: Review buku Komik Why? Anatomy

Halaman panel komik yang menjelaskan definisi dasar "Anatomi". Terlihat karakter Komji menemukan buku merah di Perpustakaan Nasional, disertai kotak teks informatif yang menjelaskan asal kata anatomi dari bahasa Yunani (ana = membagi, tome = memotong) (arsip sEntra)
Halaman panel komik yang menjelaskan definisi dasar "Anatomi". Terlihat karakter Komji menemukan buku merah di Perpustakaan Nasional, disertai kotak teks informatif yang menjelaskan asal kata anatomi dari bahasa Yunani (ana = membagi, tome = memotong)

sEntra, 31 Desember 2025 – Masih ingatkah kalian dengan rak buku perpustakaan SD atau SMP? Hampir bisa dipastikan, salah satu yang paling diburu adalah deretan komik edukasi seri “Why?”.

Di tengah tumpukan jurnal, deadline tugas, dan slide presentasi yang tak kunjung rampung, mahasiswa sering butuh jeda—bacaan ringan yang tetap “berisi”. Di titik itulah seri komik edukasi Why? kembali terasa relevan. Bukan sekadar nostalgia masa kecil, Why? Anatomy– Anatomi hadir sebagai pengingat bahwa belajar sains tidak selalu harus lewat buku teks tebal yang kaku. Buku ini menawarkan cara lain memahami tubuh manusia: lewat petualangan, humor, dan visual yang ramah mata..

Bacaan Lainnya

Tapi pertanyaannya, apakah komik “anak-anak” ini masih layak dibaca oleh kita yang berstatus mahasiswa? Jawabannya: Sangat layak.

 

Identitas Buku Komik Why? Anatomy

Foto sampul depan buku fisik komik edukasi "Why? Anatomy - Anatomi".
Foto sampul depan buku fisik komik edukasi “Why? Anatomy – Anatomi”.
  • Judul: Why? Anatomy – Anatomi
  • Penulis: YeaRimDang
  • Genre: Komik Edukasi (Sains)
  • Penerbit: Elex Media Komputindo
  • Tanggal Rilis : 17 Februari 2021
  • Halaman : 164 Halaman

Para Tokoh

Omji : Tidak pandai menggambar,tetapi ingin menjadi pelukis,Sama seperti Komji yang mempelajari anatomi, kemampuan menggambar Omji pun menjadi lebih baik

 

Komji : Pemuda yang bermimpi menjadi seorang penemu.Suatu hari, dia mempelajari anatomi bersama Tomi yang ditemuinya di dalam mimpi sehingga impiannya menjadi lebih besar

 

Tomi : Seorang dokter jenius masa lalu. Hanya berbentuk roh karena tubuhnya diambil oleh Juke. Meminta bantuan kepada Omji dan Komji untuk melancarkan tubuhnya

 

Juke : Seorang dukun kematian. Senang bermain main dengan ajal manusia, sehingga dia mengambil tubuh Tomi dan membiarkannya terpenjara dalam bentuk roh.

 

Sinopsis Singkat

Komik ini mengikuti dua karakter utama, Omji dan Komji, yang terlibat dalam petualangan bersama Tomi yang merupakan Ahli Anatomi pada zaman dulu. Tomi membawa mereka melewati ruang dan waktu untuk mencari kertas kertas yang mengurung organ tubuh milik Tomi yang disembunyikan oleh Juke (dukun kematian) di berbagai tempat dan waktu karena kesal kepada Tomi yang membuat angka kematian di dunia menurun sebab hasil penelitian Tomi yang membuat manusia menjadi sehat dan panjang umur. di dalam perjalanan, Tomi sambil mengajarkan hasil penelitian dan pembelajaran tentang tubuh manusia yang akan membantu Omji dan Komji dalam meraih mimpinya.

Sampul Belakang

Ilmu anatomi adalah ilmu yang digunakan untuk meneliti bentuk dan struktur tubuh makhluk hidup melalui pembedahan. Kita tidak bisa mengetahui penyebab penyakit jika tidak mengetahui struktur tubuh kita sendiri. Buku ini berisi informasi mengenai bagaimana ilmu anatomi berkembang sampai sekarang, siapa saja yang berperan dalam pengembangan ilmu anatomi. Nah, apakah sudah siap menjelajah ke dalam tubuh sendiri yang belum dilihat sebelumnya?

Halaman panel komik "Why? Anatomy" yang menunjukkan awal cerita. Karakter utama, Komji, sedang bermimpi didatangi sosok pria misterius yang menyuruhnya mencari buku 'Anatomi' bersampul merah di Perpustakaan Nasional saat fajar.
Halaman panel komik “Why? Anatomy” yang menunjukkan awal cerita. Karakter utama, Komji, sedang bermimpi didatangi sosok pria misterius yang menyuruhnya mencari buku ‘Anatomi’ bersampul merah di Perpustakaan Nasional saat fajar.

Bedah Visual: Mengerikan atau Menyenangkan?

Sebagai sebuah Manhwa (komik Korea), kekuatan utama buku ini ada pada visualisasinya. YeaRimDang berhasil mengubah konsep anatomi yang biasanya “berdarah-darah” atau “menjijikkan” menjadi ilustrasi yang ramah mata.

Alih-alih menampilkan foto organ asli yang mungkin membuat mual sebagian orang, buku ini menggunakan diagram kartun yang presisi. Warna-warna cerah digunakan untuk membedakan arteri dan vena, atau memvisualisasikan asam lambung. Bagi mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) atau Seni, cara buku ini menyederhanakan kompleksitas organ menjadi ikon visual adalah studi kasus yang menarik tentang information design.

Akurasi di Balik Kelucuan

Jangan remehkan konten ilmiahnya. Meski dibalut komedi slapstick khas Omji dan Komji, materi yang disampaikan cukup fundamental. Buku ini menjelaskan sistem pencernaan, pernapasan, saraf, hingga reproduksi dengan alur logika yang solid.

Bagi mahasiswa non-Sains (seperti FISIP atau Ekonomi), buku ini memberikan pemahaman umum tentang kesehatan tubuh tanpa perlu mengerutkan dahi. Bahkan bagi mahasiswa Kedokteran atau Keperawatan semester awal, buku ini bisa menjadi refreshment atau pengantar santai sebelum menyelami atlas anatomi Sobotta atau Netter yang sesungguhnya. Penjelasannya tentang homeostasis (keseimbangan tubuh) disajikan jauh lebih naratif dibandingkan buku teks kuliah.

 

Halaman panel komik yang menjelaskan definisi dasar "Anatomi". Terlihat karakter Komji menemukan buku merah di Perpustakaan Nasional, disertai kotak teks informatif yang menjelaskan asal kata anatomi dari bahasa Yunani (ana = membagi, tome = memotong) (arsip sEntra)
Halaman panel komik yang menjelaskan definisi dasar “Anatomi”. Terlihat karakter Komji menemukan buku merah di Perpustakaan Nasional, disertai kotak teks informatif yang menjelaskan asal kata anatomi dari bahasa Yunani (ana = membagi, tome = memotong)

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan:

  • Simplifikasi Materi: Konsep rumit dijelaskan dengan analogi visual yang mudah dicerna otak.
  • Nostalgia Factor: Membacanya membangkitkan kenangan masa kecil yang menyenangkan.
  • Infografis: Terdapat halaman rangkuman di setiap bab yang berisi foto asli dan fakta sains untuk menyeimbangkan unsur fiksi.

Kekurangan:

  • Plot Repetitif: Pola interaksi antar karakter terkadang terasa monoton dan kekanak-kanakan (sesuai target pasar aslinya).
  • Kedalaman Terbatas: Tentu saja, buku ini tidak bisa dijadikan referensi utama untuk skripsi atau tugas akhir.

 

Foto dua halaman terbuka dari dalam buku Why? Anatomy" (halaman 78-79). Halaman ini berisi diagram lengkap kerangka tubuh manusia dan struktur detail tengkorak (arsip sEntra)
Foto dua halaman terbuka dari dalam buku Why? Anatomy” (halaman 78-79). Halaman ini berisi diagram lengkap kerangka tubuh manusia dan struktur detail tengkorak (arsip sEntra)

Kesimpulan Why? Anatomy

Why? Anatomy adalah bukti bahwa belajar tidak harus selalu serius dan kaku. Buku ini adalah jembatan yang sempurna antara hiburan dan edukasi. Bagi mahasiswa yang sedang burnout dengan tugas kuliah, buku ini adalah obat yang pas. Ia mengingatkan kita kembali bahwa tubuh manusia adalah mesin biologis yang ajaib, dan mempelajarinya bisa sangat menyenangkan.

Rating: 4/5 Bintang (Sangat direkomendasikan untuk bacaan santai di waktu santai)

Oleh : Salman Yahua Rusadi

Pos terkait