Liga Mahasiswa 2025 : Futsal Kembali Bergelora, Universitas Widyatama Jadi Juara

Foto peserta tim futsal liga Mahasiswa 2025
Foto peserta tim futsal liga Mahasiswa 2025

sEntra, 08 Oktober 2025 –  Turnamen Liga Mahasiswa Futsal 2025 kembali digelar setelah lima tahun vakum akibat pandemi, menghadirkan semangat baru di kalangan mahasiswa. Bertempat di GOR Universitas Widyatama, ajang ini menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk menyalurkan bakat, menjunjung sportivitas, dan mempererat solidaritas antar universitas.

Kegiatan yang berlangsung sejak 7 Oktober ini diikuti oleh berbagai perguruan tinggi di Bandung dan sekitarnya, serta mendapat sambutan meriah dari para peserta dan penonton.

Bacaan Lainnya

Membangun Generasi Melalui Olahraga

Foto venue Liga mahasiswa di PKM Universitas Widyatama (arsip sentra)
Foto venue Liga mahasiswa di PKM Universitas Widyatama (arsip sentra)

Dalam wawancara bersama Junas Miradiarsyah, selaku Direktur Utama Liga Mahasiswa, ia menjelaskan bahwa Liga Mahasiswa telah berdiri sejak 2012 dengan misi utama mendorong mahasiswa untuk berprestasi di bidang non-akademik.

“Liga Mahasiswa ini sudah ada sejak 2012. Komitmen kami adalah mendorong mahasiswa-mahasiswi untuk berprestasi tidak hanya di akademik, tapi juga olahraga. Karena melalui olahraga, mereka belajar sportivitas dan kerja sama tim, nilai penting bagi masa depan anak muda Indonesia,” tutur Pak Junas.

Menurutnya, tahun ini Liga Mahasiswa kembali fokus pada dua cabang olahraga, yaitu Basket dan Futsal. Setelah cabang futsal di Bandung, turnamen basket akan digelar di Yogyakarta.

“Koordinasi dengan Universitas Widyatama sangat baik dan suportif. Fasilitas GOR-nya lengkap dan cocok untuk kegiatan mahasiswa. Ini kerja sama kedua kami dengan Widyatama setelah sebelumnya menggelar cabang basket di sini,” tambahnya.

Ia juga berharap ke depan semkain banyak universitas yang terlibat, baik sebagai peserta maupun pendukung acara.

“Semakin ramai, semakin baik. Karena semangat olahraga ini bukan hanya soal menang kalah, tapi soal membangun ekosistem yang sehat bagi mahasiswa,” ujarnya.

Suara dari Penonton: Sportivitas dan Keamanan Jadi Sorotan

Antusiasme juga datang dari para penonton. Salah satunya, Hafiz dari Universitas Komputer Indonesia (Unikom), yang hadir untuk mendukung tim kampusnya di hari pembukaan.

“Saya tahu acara ini dari panitia, karena Unikom dipercaya tampil di opening. Selain nonton bola, saya juga ingin mendukung Unikom sebagai bentuk sportivitas dan solidaritas,” katanya.

Meski memuji penyelenggaraan acara, Hafiz menyoroti pentingnya peningkatan kedisiplinan dan keamanan di lapangan.

“Masih ada pemain yang agak kasar dan wasitnya kurang tegas. Tapi secara fasilitas sudah cukup, tinggal pengaturan barisan dan keamanannya saja diperketat,” ujarnya.

Ia juga berharap agar kegiatan serupa ke depan bisa lebih ramai.

“Koordinasi antaruniversitas penting banget. Kalau setiap kampus aktif membawa penonton dan media bantu promosi, acaranya pasti jauh lebih meriah,” tambahnya.

Widyatama Kembali ke Lapangan

Dari sisi peserta, Alifh, pemain futsal dari Universitas Widyatama, mengungkapkan rasa bangganya bisa tampil di ajang ini.

“Senang banget bisa mewakili kampus di Liga Mahasiswa. Soalnya sudah lima tahun vakum, dan baru tahun ini digelar lagi,” ujarnya dengan antusias.

Menurutnya, seluruh lawan di turnamen ini sama-sama kuat, namun tantangan terbesar justru berasal dari diri sendiri.

“Yang paling berat itu lawan diri sendiri. Kalau lawan di lapangan mah sama aja,” katanya.

Alifh juga mengapresiasi dukungan penuh dari kampus terhadap tim futsal Widyatama.

“Fasilitas dan dukungan dari kampus bagus banget. Latihan didukung penuh. Strategi kami simpel aja main enjoy, jaga semangat, dan belajar dari setiap pertandingan,” jelasnya.

Perjalanan Widyatama Menuju Juara

Setelah melewati rangkaian pertandingan yang ketat dan penuh tantangan, Universitas Widyatama akhirnya keluar sebagai juara Liga Mahasiswa Futsal 2025. Tim tuan rumah tampil dominan sejak awal hingga babak final:

  • 7 Oktober – Mengalahkan Uninus dengan skor 0-6
  • 8 Oktober – Menang telak atas Untara 7-0
  • 9 Oktober – Mengatasi UKSW 2-4
  • 10 Oktober (Semifinal) – Menumbangkan juara bertahan Unpad 5-0
  • 11 Oktober (Final) – Mengalahkan Maranatha 2-6, memastikan gelar juara

Prestasi ini semakin lengkap dengan penghargaan Pemain Terbaik yang diraih oleh Azis Alfaris dari Universitas Widyatama, berkat performa impresif dan kontribusinya yang konsisten sepanjang turnamen.

Dengan keberhasilan ini, Widyatama tidak hanya membawa pulang trofi juara, tetapi juga mengkukuhkan diri sebagai simbol kebangkitan olahraga mahasiswa di Indonesia.

 

Foto tenant saat liga mahasiswa di depan gedung PKM ( arsip sentra)
Foto tenant saat liga mahasiswa di depan gedung PKM ( arsip sentra)

 

Penulis: Putra Rizky Fadilah

Pos terkait