Sejarah QRIS Revolusi Pembayaran Digital abad 21

(Ilustrasi QRIS revolusi pembayaran digital. arsip sentra)
(Ilustrasi QRIS revolusi pembayaran digital. arsip sentra)
Foto QR QRIS di toko Sumber : (https://blog.bankmega.com/perkembangan-qris-di-indonesia-revolusi-dalam-pembayaran-non-tunai/ )
Foto QR QRIS di toko Sumber : (https://blog.bankmega.com/perkembangan-qris-di-indonesia-revolusi-dalam-pembayaran-non-tunai/ )

 

sEntra – 09 Oktober. Hampir di setiap sudut kota, mulai dari kedai kopi modern di pusat perbelanjaan hingga warung kelontong di gang sempit, kita pasti menemukan sebuah papan akrilik kecil dengan kode kotak hitam-putih. Ya, itulah QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).  sistem pembayaran digital yang menjadi simbol revolusi transaksi abad ke-21.

Bacaan Lainnya

Lalu, bagaimana sebenarnya sejarah QRIS hingga menjadi tulang punggung transaksi digital di Indonesia? Mari kita telusuri jejak revolusi pembayaran ini.

 

Awal Mula Lahirnya QRIS

Sebelum tahun 2019, lanskap pembayaran digital di Indonesia bisa dibilang “terkotak-kotak”. Setiap Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), seperti GoPay, OVO, DANA, dan LinkAja, memiliki kode QR mereka sendiri.

 

QRIS pertama kali diperkenalkan oleh Bank Indonesia (BI) dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) pada 17 Agustus 2019. Momen ini bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia, melambangkan semangat “Merdeka Bertransaksi” bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bagi konsumen, ini berarti mereka harus memiliki banyak aplikasi dompet digital dan memastikan saldonya cukup di aplikasi yang sesuai dengan kode QR milik merchant. Fragmentasi ini menjadi penghambat utama bagi adopsi pembayaran non-tunai yang lebih luas dan efisien.

Melihat hal ini, Bank Indonesia menginisiasi standarisasi sistem QR Code agar seluruh penyedia layanan pembayaran bisa menggunakan satu sistem yang sama. Lahirlah QRIS sebagai solusi praktis, cepat, dan universal.

 

Perkembangan QRIS di Indonesia

Sejak resmi diterapkan pada 1 Januari 2020, penggunaan QRIS terus mengalami pertumbuhan pesat. Berdasarkan data Bank Indonesia, hingga tahun 2024, pengguna QRIS telah menembus lebih dari 50 juta pengguna dengan jutaan merchant tersebar di seluruh wilayah Indonesia — mulai dari pedagang pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan modern.

Perkembangan ini juga didukung oleh kemajuan teknologi finansial (fintech) dan meningkatnya literasi keuangan digital masyarakat. Kini, masyarakat dapat melakukan pembayaran hanya dengan memindai satu kode QR, tanpa perlu membawa uang tunai atau kartu debit/kredit.

Prinsip utama yang diusung QRIS adalah UNGGUL, yang merupakan singkatan dari:

  • Universal: Dapat menerima pembayaran dari aplikasi apa pun.
  • GampanG: Proses transaksi menjadi lebih mudah bagi masyarakat dan merchant.
  • Untung: Efisiensi terjadi karena merchant hanya perlu satu akun untuk semua pembayaran.
  • Langsung: Transaksi berjalan seketika, dana langsung masuk ke rekening merchant.

Manfaat QRIS bagi Masyarakat dan UMKM

Kehadiran QRIS membawa berbagai manfaat nyata, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan QRIS, pelaku usaha tidak perlu menyediakan uang kembalian, bisa mencatat transaksi secara otomatis, dan menerima pembayaran dari berbagai aplikasi dompet digital dengan satu kode saja.

Selain itu, transaksi melalui QRIS juga lebih aman dan efisien. Semua data terenkripsi, dan setiap transaksi langsung tercatat dalam sistem perbankan, mengurangi risiko kehilangan uang tunai atau penipuan.

 

(Ilustrasi QRIS revolusi pembayaran digital. arsip sentra)
(Ilustrasi QRIS revolusi pembayaran digital. arsip sentra)

Era Baru Pembayaran Digital di Abad 21

QRIS bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi juga simbol transformasi ekonomi digital Indonesia. Dengan hadirnya QRIS, masyarakat kini lebih mudah mengakses sistem keuangan formal, termasuk di daerah terpencil yang sebelumnya sulit dijangkau layanan perbankan.

Seiring perkembangan zaman, QRIS terus diperbarui. Kini hadir fitur seperti QRIS Tuntas untuk transaksi antarnegara, serta QRIS Tarik, Transfer, dan Setor Tunai (TTS) yang memungkinkan pengguna melakukan berbagai transaksi hanya lewat satu kode QR.

 

Penulis : Salman Yahua Rusadi

Referensi : https://www.tempo.co/ekonomi/sejarah-qris-yang-belakangan-disebut-menghambat-perdagangan-as-indonesia-1233725?utm

https://blog.bankmega.com/apa-itu-qris/?utm 

https://www.bi.go.id/id/fungsi-utama/sistem-pembayaran/ritel/kanal-layanan/qris/default.aspx 

 

Pos terkait