JC Sashimi 2026 : The Bounty Princess Nostalgia dan Semangat Baru Mewarnai Momen Tahunan Japan Community Widyatama

Kemeriahan panggung JC Sashimi 2026 di GSG Widyatama
Kemeriahan panggung JC Sashimi 2026 di GSG Widyatama

Penulis : Ardhzohal Roman Ario Bono

sEntra, 09  Mei 2026 – JC Sashimi 2026 Halaman Universitas Widyatama kembali semarak dengan nuansa budaya pop Jepang. Sashimi 2026 yang bertajuk “The bounty Princess” resmi digelar oleh Japan Community (JC) Widyatama, menghadirkan serangkaian hiburan mulai dari penampilan band, idol performance, kompetisi coswalk dan covsing, hingga konsep baru berupa Stamp Rally. Acara yang terbuka secara umum ini berhasil menyedot animo mahasiswa dan komunitas pecinta Jepang dari berbagai penjuru Bandung.

 

Kembali ke Akar: Nostalgia Sebagai Identitas

Bagi banyak pengunjung lama, Sashimi bukan sekadar festival tahunan biasa. Nama Thousand Sunny, guest star yang kembali hadir tahun ini seolah menjadi penanda waktu yang mengundang masa rindu.

Nafisa Nurtami, Sekretaris Japan Community yang juga bagian dari kepanitiaan, menjelaskan bahwa kehadiran kembali Thousand Sunny bukan kebetulan. “Antusiasme nya ramai seperti tahun sebelumnya. Apalagi kita konsepnya kembali ke masa lalu, karena dulu Sashimi selalu bawain Thousand Sunny. Jadi orang-orang kalau datang ke sini tuh kayak nostalgia,” tuturnya.

Tahun ini, panitia juga memperkenalkan konsep Stamp Rally, sebuah sistem quest interaktif di mana pengunjung dapat menyelesaikan misi tertentu untuk mengumpulkan stamp dan memenangkan hadiah. Inovasi ini dirancang untuk meningkatkan keterlibatan pengunjung sekaligus memberi warna baru pada acara yang telah berjalan beberapa tahun.

 

Di Balik Layar JC Sashimi 2026 : Dedikasi Panitia dalam Keterbatasan Waktu

Fasilitas foto gratis di event JC Sashimi 2026 di GSG Widyatama
Fasilitas foto gratis di event JC Sashimi 2026 di GSG Widyatama

Menyelenggarakan acara bertema Jepang berskala kampus bukanlah pekerjaan ringan. Nafisa mengungkapkan bahwa persiapan acara berlangsung selama tiga hingga empat bulan, dengan tantangan utama berupa penyesuaian jadwal antar anggota panitia yang memiliki kesibukan berbeda seperti kuliah, kerja, dan berbagai kegiatan lain.

“Tantangan terbesarnya pasti waktu. Banyak yang jadwal kuliah nya beda-beda, ada yang mungkin kerja dan banyak hal lain juga,” katanya. Meski demikian, ia mengaku bangga karena program kerja tahunan ini kembali terlaksana. “Alhamdulillah nya tercapai,” tambahnya sembari tersenyum.

Di samping pencapaian organisasi, Nafisa menyebut harapan personal yang lebih dalam, yaitu mempererat hubungan sesama panitia, memperluas relasi, dan menjadikan pengalaman ini sebagai bekal berharga, “Semoga bisa jadi Sashimi tahun depan lagi,” ujarnya penuh harap.

 

Dari Balik Topeng: Kisah Para Cosplayer Di JC Sashimi 2026

Wawancara salah satu Cosplayer pada event JC Sashimi 2026 di GSG Widyatama
Wawancara salah satu Cosplayer pada event JC Sashimi 2026 di GSG Widyatama

Salah satu daya tarik utama Sashimi selalu menjadi parade kostum atau cosplay. Tahun ini pun demikian, dengan berbagai karakter fiksi Jepang menghiasi arena. Salah satunya adalah Mail, pengunjung yang hadir mengenakan kostum Plague Doctor yang ikonik. Baginya, persiapan dimulai jauh dari rumah, memastikan kondisi kostum layak pakai dan sanggup menemani perjalanan panjang membawa perlengkapan. 

“Tantangan terbesar lebih ke perjalanan dengan barang bawaan,” ungkap Mail. meski begitu, ia mengaku merasa senang bisa memperluas lingkaran pertemanan. Ia juga terkesan dengan penampilan Band yang menurutnya menjadi momen paling berkesan selama acara berlangsung.

Berbeda dengan Mail, Michelle yang tampil sebagai Yor Forger dari anime Spy x Family, hadir sebagai peserta kompetisi Coswalk. Alumni STBA ini bukan nama baru dari dunia cosplay. Pengalamannya mengikuti lomba cosplay sudah dimulai sejak 2017, dan kegiatan fisik seperti latihan wushu yang ia tekuni sejak lama turut mendukung penampilannya di atas panggung.

 

Michelle mnyampaikan catatan tersendiri soal perkembangan lomba cosplay di Widyatama. “Dulu di Widyatama, perlombaan cosplay banyak, ada cosplay team, cosplay solo, teater. Sekarang cuma cosplay aja, jadi agak kurang,” ujarnya. Ia berharap ke depan kembali ada kategori perform cosplay solo agar lebih banyak peserta yang bisa unjuk kemampuan.

 

Mata Segar Penonton Pertama Kali

Sashimi 2026 juga berhasil menjangkau penonton baru. Hana, seorang pengunjung yang mengaku baru pertama kali hadir di acara bertema Jepang, datang karena ketertarikannya pada dunia makeup dan fashion. Kesan pertamanya? Positif, meski ia mengaku masih membutuhkan waktu untuk memahami sepenuhnya kultur Jejepangan.

“Cukup seru, tapi ada beberapa hal yang masih belum aku ngerti sebagai penonton di sini,” tutur Hana jujur. Ia menyebut penampilan live musik sebagai bagian yang paling menarik perhatiannya, karena repertoar lagu-lagu Jepang yang dibawakan memberikan pengalaman berbeda dari konser atau pertunjukan band pada umumnya. Ia juga terkesan dengan keramaian pengunjung yang bahkan membuat area parkir penuh.

Hana pun menitipkan harapan untuk penyelenggara: “Semoga tahun depan acaranya semakin meriah, stand nya makin banyak, makin banyak yang cosplay, dan dekor nya juga semakin keren.”

 

Menjaga Nyala di Tengah Sepinya Event Kampus

Satu benang merah yang menonjol dari berbagai wawancara adalah kesadaran bersama bahwa event kampus bertema Jejepangan kini terasa semakin langka. Baik Mail maupun Michelle secara terpisah menyebut alasan serupa mengapa mereka memilih hadir: justru karena acara seperti ini jarang ada.

“Ini kan yang ada di kampus. Akhir-akhir ini memang lagi jarang event-event kampus. Makanya saya mau datang, kan ini tiap tahun diadakan,” ujar Mail. kehadiran rutin Sashimi setiap tahun menjadi semacam jangkar bagi komunitas ini untuk tetap terhubung.

Mail bahkan menyatakan keyakinannya bahwa acara ini masih memiliki ruang untuk berkembang. “Karena ini masih ada potensi untuk meramaikan lagi,” katanya, mengisyaratkan bahwa Sashimi bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ruang yang bisa terus tumbuh.

salah satu booth di event Fasilitas foto gratis di event JC Sashimi 2026 di GSG Widyatama
salah satu booth di event Fasilitas foto gratis di event JC Sashimi 2026 di GSG Widyatama

Catatan Penutup

Sashimi 2026 boleh jadi bukan yang terbesar dalam sejarah penyelenggaraannya. Namun dari sudut setiap wawancara, dari kepanitiaan, peserta, hingga penonton, tersimpan energi yang sama: keinginan untuk terus hadir, terus meramaikan, dan terus menjaga budaya ini tetap hidup di lingkungan kampus.

Di tengah tren menurunnya event kampus berbasis komunitas, Japan Community Widyatama membuktikan bahwa semangat kolektif dan perencanaan yang konsisten mampu menjaga api tetap menyala, tahun demi tahun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *