Penulis : Loly Rumondang Sidauruk
sEntra – 28 April 2026 Widyatama Accounting Competition (WAC) merupakan salah satu kegiatan akademik yang diselenggarakan oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang dimana acara ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia yang memiliki minat dan kemampuan di bidang akuntansi. Peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi untuk bersaing serta menunjukkan kompetensi mereka dalam menyelesaikan soal dan studi kasus akuntansi di Universitas Widyatama, Bandung. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa, khususnya di bidang akuntansi, untuk mengasah kemampuan intelektual, meningkatkan daya saing, serta mengembangkan keterampilan analisis dalam menghadapi berbagai permasalahan ekonomi dan keuangan.
Di Balik Layar Kesuksesan WAC

Panitia Widyatama Accounting Competition (WAC) merasa bangga dan senang karena berhasil menyelenggarakan acara yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas. Silvia sebagai wakil ketua pelaksana berpendapat, ‘’meskipun selama persiapan dan pelaksanaan acara kami sempat merasa tegang, khawatir, dan lelah, seluruh proses tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga”. Melalui kegiatan ini, panitia mendapatkan pelajaran tentang kerja sama, tanggung jawab, serta komunikasi yang baik.
Widyatama Accounting Competition : Ujian Kompetensi Berskala Nasional
WAC umumnya diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, sehingga menjadikannya sebagai kompetisi berskala nasional. Dalam pelaksanaannya, lomba ini terdiri dari beberapa tahapan, mulai dari babak penyisihan, semifinal, hingga final. Setiap tahap menguji kemampuan peserta dalam memahami konsep akuntansi, menyelesaikan soal perhitungan, serta menganalisis studi kasus yang berkaitan dengan dunia bisnis dan keuangan.
Lebih dari Sekadar Lomba: Edukasi dan Jejaring
Selain sebagai ajang kompetisi, WAC juga memiliki tujuan edukatif, yaitu untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap penerapan ilmu akuntansi dalam kehidupan nyata. Peserta tidak hanya dituntut untuk menguasai teori, tetapi juga mampu berpikir kritis dan solutif dalam menyelesaikan permasalahan yang kompleks. Hal ini menjadikan WAC sebagai sarana pembelajaran yang efektif di luar ruang kelas.
Kegiatan ini juga memberikan manfaat lain, seperti memperluas jaringan pertemanan antar mahasiswa dari berbagai universitas serta membuka peluang kolaborasi di masa depan. Tidak jarang, WAC juga disertai dengan kegiatan pendukung seperti seminar nasional atau talkshow yang menghadirkan praktisi dan akademisi di bidang akuntansi, sehingga peserta dapat memperoleh wawasan yang lebih luas.
Antusiasme dan Tantangan dari Kacamata Peserta

Peserta yang mengikuti Widyatama Accounting Competition (WAC) umumnya merasakan berbagai pengalaman dan perasaan selama kegiatan berlangsung. Tim BCS dari Universitas Gadjah Mada berpendapat, “sebelum lomba dimulai kami merasa gugup dan tegang karena harus bersaing dengan mahasiswa dari berbagai universitas. Namun, rasa gugup tersebut juga disertai dengan semangat dan antusiasme untuk memberikan kemampuan terbaik dalam bidang akuntansi”.
Selama kompetisi berlangsung, peserta merasa tertantang karena harus mengerjakan soal-soal akuntansi dan menyelesaikan studi kasus yang membutuhkan ketelitian, kemampuan berpikir kritis, serta kerja sama tim. Walaupun cukup sulit, pengalaman tersebut dianggap sangat berharga karena dapat menambah wawasan dan melatih kemampuan akademik peserta.
Selain itu, peserta juga merasa senang karena dapat bertemu dan berkenalan dengan mahasiswa dari kampus lain. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana untuk menambah relasi dan pengalaman baru. Suasana kompetisi yang kompetitif namun tetap positif membuat peserta merasa termotivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan diri.
Harapan Besar untuk Generasi Akuntan Masa Depan

Dengan adanya Widyatama Accounting Competition, diharapkan mahasiswa dapat lebih termotivasi untuk meningkatkan kompetensi diri serta mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif. WAC bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi sarana pengembangan diri yang berkelanjutan bagi generasi muda di bidang akuntansi.




